Keterampilan Interpersonale

Keterampilan Interpersonale

Sabtu, 26 November 2011

Kisah Hidup


Helen Adam Keller
               



                Lahirlah seorang bayi perempuan cantik  pada tanggal 27 Juni 1880 di Tuscumbia, Alabama yang diberi nama Helen Adam Keller. Ironsnya, ketika berusia 19 bulan ia divonis mengidap penyakit yang menyebabkan buta, tuli dan bisu. Penyakit tersebut  membuat Helen Adam Keller kecil terperangkap di dunia yang gelap dan sunyi sehingga  menjadi anak liar yang sengaja merusak. Keluarganya tidak bisa menangani permasalahan tersebut dan mempercayakan seorang guru untuk mengajarkan dan menuntun  Helen Adam Keller sejak berusia 7 tahun. Anne Sullivan, guru Hellen  memegang tangan Helen di bawah air dan dengan bahasa isyarat, ia mengucapkan "A-I-R" pada tangan yang lain. Hellen menjadi tahu betapa indahnya dunia sehingga dia tidak menjadi anak yang liar. Perkembangan belajar Hellen sangat pesat, ia diajarkan  membaca melalui huruf braille. Ia sudah mempelajari beberapa bahasa melalui huruf Braille.
            Tahun berikutnya, Hellen sekolah di Sekolah Formal dan Anne tetap dengan setia membimbingnya. Saat usia 20 tahun, Hellen kuliah di Radcliffe College. Annie menemani Hellen untuk membacakan buku pelajaran dalam huruf Braille. Selang 4 tahun, Helen lulus dengan predikat magna cum laude.
            Meskipun Hellen mengidap penyakit buta, tuli dan bisu hal tersebut tidak membatasinya untuk berkarya. Beberapa buku sudah ia terbitkan, salah satunya The Story of My Life. Dengan kegigihannya, ia mendapatkan julukan “Keajaiban dunia ke-8”.
            Pada tanggal 1 Juni 1968, Tuscumbia berkabung. Hellen Adam Keller meninggal saat berusia 88 tahun. Ibarat gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama. Meskipun Hellen wafat, namun karyanya akan tetap dikenang. Walaupun dunia serasa gelap dan sunyi namun hati tetap dapat merasakan keindahan dunia, seperti kutipan Hellen dalam bukunya "Hal terbaik dan terindah yang tidak dilihat atau disentuh oleh dunia adalah hal yang dirasakan di dalam hati."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar