Keterampilan Interpersonale

Keterampilan Interpersonale

Sabtu, 26 November 2011

Menulis Populer


Menulis Populer


A
 

 

       pa yang terbayang pertama kali ketika kita mendapat pertanyaan,”Apa itu menulis populer?”. Banyak orang yang mengutarakan bahwa menulis populer hanyalah kegiatan yang diperuntukkan untuk wartawan, sastrawan, atau bagi mereka yang berminat/hobi menjadi pengarang. Faktanya, semua orang dapat menjadi pengarang dengan menuangkan buah pikiran mereka. Sebenarnya setiap orang mempunyai bakat menulis namun mereka tidak mendapat bimbingan dan wadah untuk mengembangkannya.

            Apa yang telah kita baca sebenarnya secara tidak langsung membentuk mindset kita, sehingga  pola pikir kita pun juga terpengaruhi. Pola pikir kita lah yang mempengaruhi perjalanan hidup kita untuk masa depan. Oleh sebab itu, agar mindset kita netral (Mix) maka kita harus membaca atau memahami semua genre untuk memperkaya ilmu atau mindset kita. Sebuah tulisan dapat menggambarkan tingkat kemampuan dan kematangan berpikir penulisnya karena menulis merupakan bentuk dari ungkapan isi hati dan pikiran/gagasan/ide yang disampaikan melalui bahasa tulis kepada pembaca. Oleh karena itu, kegiatan menulis  sangat dekat dan erat dengan dunia pendidikan dan intelektualitas. Bahkan melalui sebuah karya tulis seseorang atau suatu bangsa dan negara menjadi terpandang. Ini berarti kegiatan menulis  berkaitan erat dengan perkembangan dan kemajuan peradaban manusia. Adapun aspek yang perlu dipahami untuk membantu memulai menulis  populer bisa anda ikuti dalam tulisan ini.
Menggunakan kalimat sederhana
Saat kita menulis, gunakanlah paragraf yang sederhana yaitu jangan terlalu panjang, jangan kalimat beranak-cucu. Semakin panjang kalimat tersebut maka terlalu menyiksa pembaca dan dampaknya tulisan kita tidak akan dibaca lagi.
Selain itu menggunakan kalimat baku dengan maksimal 15 kata/kalimat. Normalnya orang membaca yaitu 15 kata/kalimat. Jangan lebih dari 15 kata tiap kalimat karena sesorang membutuhkan hela nafas. Research penelitian mengungkapkan bahwa seseorang yang membaca selalu menahan napas. Sehingga kita akan tahu sendiri bagaimana dampak jika kita menulis lebih dari 15 kata perkalimat. Terlalalu banyak banyak kata dalam kalimat  juga akan sangat menyiksa pembaca.
Menggunakan rumus sederhana merupakan tips menulis populer. Sejak SD kita sudah diajarkan pola S-P-O-K, dengan pola tersebut mempermudah kita menulis. Dalam menulis populer juga diperlukan struktur tulisan. Struktur tulisan sendiri dibedakan menjadi dua yaitu problem-solusi, dan sebab-akibat. Dua struktur itu mempermudah kita sebagai penulis awam dan pembaca untuk mencernanya. struktur tersebut juga sering kita jumpai pada media massa, misal koran. Kita menggunakan  struktur PROBLEM-SOLUSI jika pertama Anda memaparkan problem, dan setelahnya menggelar pemecahannya, atau menggunakan struktur SEBAB-AKIBAT jika Anda bisa mulai dari AKIBAT dulu, sebuah fenomena yang memiliki dampak kepada pembaca, lalu memaparkan sebab-sebab kenapa hal itu terjadi. Catatan penting untuk penulis awam, pakailah bahasa sederhana yang kita ambil dari kehidupan sehari-hari di sekeliling ita yaitu menggunakan bahasa/istilah yang dimengerti pembaca.
Orientasi Pembaca
            Dalam menulis populer terdapat orientasi pembaca, jadi kita sebagai penulis harus mengerti dan memahami apa saja yang pembaca suka agar membaca tulisan kita.  Aspek-aspek yang meliputi orientasi pembaca sebagai berikut:
·         Berempati
 Sebagai seorang penulis harus tahu betul siapa pembaca tulisan kita. Misalkan saja pembaca kita kalangan anak kecil maka kita harus membuat tulisan yang mudah dimengerti oleh kalangan pembaca yang dimaksut.
·         Tulisan kita harus mudah dipahami pembaca
Jika tulisan kita terlalu membingungan maka dampak yang terjadi pembaca tidak akan mendapat ilmu yang kita tulis dan kemungkinan besar mereka tidak melanjutkan bacaan.
·         Jangan menyiksa pembaca
Usahakan jangan menyiksa pembaca dengan tulisan yang terlalu detail, istilah/bahasa yang sulit dimengerti.
·         Pahami bahwa pembaca sangat beragam atau dari berbagai kalangan sehingga kita harus pintar-pintar menepatkan diri.
·         Bereksperimen kecil yaitu dengan praktek secara langsung.
Catatan penting yang perlu dipahami, untuk menjadi seorang penulis jangan egois yang harus bisa dipahami oleh pembaca, namun ikutilah arus dan seorang penulis dituntut harus mempunyai idealis yaitu harus mempunyai ciri khas atau corak pada tiap tulisannya sehingga pembaca akan mengenal ciri khas penulis tersebut.
 Hindari Istilah Asing
Sebagai penulis yang baik, kita harus mempermudah pembaca memahami tulisan kita, jangan mempersulit atau bahkan menyiksa mereka, Hal yang harus diperhatikan, sebagai berikut:
·         Gunakan istilah yang populer
·         Relaible dan rasional
Bandingankan
-          Sangkil, mangkus, aras, unduh,
-          Efektif, efisien, tingkat, download, tidak masuk akal, tetap
·         Jangan bersembuji dibalik istilah asing à menutupi kekurangan kita(modus)
·         Menggunakan banyak istilah asing, akan menyiksa pembaca
Jika memang harus menggunakan kata asing, maka cara penulisannya tulisan dimiringkan, setelah itu dijabarkan apa yang dimaksud dari kata tersebut.
Hindari Jargon, Singkatan dan akronim
Jargon merupakan istilah atau kosakata yang hanya dipakai dan dipahami di lingkungan tertentu. Penggunaan Jargon, singkatan dan akronim yang berlebihan bisa menghambat proses komunikasi yang sedang berlangsung dan menyiksa pembaca sebab tidak semua kalangan pembaca mengerti arti tersebut.
Selain itu, Jargon biasa digunakan untuk “persembunyian” kejahatan, sebagai berikut:
-          Obligasi rekap = utang triliun dari uang rakyat
-          Diamankan = disembunyikan aparat
-          PSK = pelacur
-          Lapas = penjara
Spesifik dan Kongkret
Misalkan saja  kita membuat kalimat seperti ini, “Kasus sedang dalam proses pengembangan.” Kalimat tersebut kurang jelas, apakah tersangka sedang ditahan, diperiksa atau sudah masuk tahanan. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa tulisan populer perlu menyajikan sesuatu yang nyata dan spesifik, bukan pernyataan-pernyataan yang  abstrak dan ambigu.
Detail yang Relevan
            Yang dimaksud detail yang reevan yaitu harus rinci/ jelas. Untuk menjadi jelas dibutuhkan sesuatu yang nyata/bukti yang detail namun jika terlalu banyak detail justru akan merusak pemahaman dan kelancaran membaca. Misalkan saja paragraf yang mendetailkan angkan, dalam menulis populer jika terlallu detail angka akan mempersulit pembaca sehingga diperlukannya menyederhanakan angka. Contohnya seperti berikut,
"Bali pada tahun 2004 memiliki lahan sawah produktif 142.971 hektar,
menyusut sekitar 1.306 hektar dari tahun sebelumnya (2003) yang total
arealnya 144.277 hektar. Tahun 2000 areal sawah Bali seluruh seluas
153.228 hektar."
Paragraf diatas dapat kita sederhanakan, “Lima tahun terakhir Bali kehilangan lahan sawah sekitar 10.000 hektar.”
            Selain jelas/rinci, menulis populer menggunakan bahasa yang mudah dipahami agar semua kalangan pembaca baik dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa dapat menikmati membacanya. Namun yang harus diiingat, hindari hal-hal yang tidak masuk akal.
Analogi yang sederhana
Tips menulis populer salah satunya analaogi yang sederhana, yaitu menghindari angka –angka rumit sehingga jangan terlalu banyak angka karena akan mempersulitkan pembaca dan gunakan analogi sederhana agar pembaca dapat memahami yang dimaksudkan.
Tips menulis opini
            Opini merupakan suatu pendapat yang bisa mempengaruhi pikiran pembaca. Dalam menulis opini ada beberapa hal yang harus diperhatikan cara penulisannya, sebagai berikut:
-          Kerangka tulisan
-          Kenali gaya selingkung media massa yang akan dituju
-          Judul yang agitatif (mempengaruhi) yang positif
-          Sertakan data sederhana sebagai pendukung
-          Masukkan kutipan singkat dari tokoh yang menulis hal serupa di media massa beberapa hari sebelumnya
-          Data sedikit menjual
Blog ingin dibaca orang 

Bila Anda menginginkan blog ingin dibaca oleh banyak orang maka isilah dengan tulisan atau karya yang berbobot atau yang mempunyai manfaat setelah orang tersebut membacanya sehingga mereka tidak merasa rugi setelah membaca blog Anda. Jadikan tempat blog Anda sebagai tempat sharing berbagi informasi sehingga jika ada pembaca yang mengunjungi blog Anda, kelak akan kembali lagi mengunjungi. Yang harus diperhatikan, jangan terlalu banyak mencantumkan atau tautan link karena jika terlallu berlebihan, blog kita akan dianggap sampah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar