Kisah Inspiratif Lena Maria
|
Lena
Maria Klingvall, gadis cantik dari Stockholm, Swedia,yang terlahir dalam
keadaan cacat berat. Dia dilahirkan tanpa lengan dan kaki kirinya hanya
berukuran setengah dari yang kanan, namun itu semua tidak membatasi Lena untuk
menjadi wanita mandiri dan menorehkan prestasi-prestasi gemilang dalam hidupnya
bahkan menjadi inspirasi bagi banyak orang baik negaranya maupun mancanegara.
Meskipun lena tidak terlahir tanpa tangan dan hanya satu kaki yang tumbuh normal,
bukan berarti Lena tidak bisa melakukan hal yang biasa dilakukan orang normal.
Lena bisa berenang, menyanyi, bermain
piano, mengemudi mobil, menyulam, melukis, menulis, bahkan memasak.
Gadis
yang lahir tahun 1968 ini, sejak umur 3 tahun sudah mulai diajarkan berenang
oleh orangtuanya. Tiga tahun kemudian, dia sudah mahir menggunakan gaya bebas.
Potensi Lena dalam berenang sangat berkembang, oleh sebab itu dia bergabung dalam kelas piala dunia. Lena
mewakili negara swedia dalam perlombaan berenang saat menginjak usia 15 tahun.
Saat berusia 18 tahun, dia sudah ikut kejuaraan dunia, bahkan memecahkan rekor
dan menjuarai 4 medali emas dalam perlombaan gaya kupu-kupu.
Lena
kecil bukan hanya mempunyai bakat berenang, begitu juga pada dunia musik. Bakat nyanyi sudah tampak ketika Lena masih
kecil. Alat musik pun ditaklukkanya, dia bisa memainkan piano. Meskipun tidak
memiliki kedua lengan, dia memainkan piano dengan kakinya. Bakatnya tidak berhenti sampai disitu saja,
setelah tamat dari bangku Sekolah Menengah Atas, dia melanjutkan kuliah
dibidang musik mengambil jurusan vokal. Kini, Lena kecil tumbuh menjadi seorang
penyanyi profesional yang sudah konser di berbagai negara.
Gadis cantik swedia ini sangat
menginspirasi masyarakat dengan kegigihannya, betapa tidak, dia belajar
mengemudi saat menginjak usia 18 tahun. Dia merancang sebuah mobil sesuai
dengan kondisi fisiknya. Dulu dia mengemudi dengan kakinya namun sekarang dia
memasang sebuah alat pengontrol untuk mengatur fungsi rem dan gas mobil.
Lena Maria Klingvall apapun
kondisinya tetap perempuan yang mempunyai rasa cinta dan melakukan tugas
seorang perempuan seperti halayak pada umumnya. Tidak mempunyai lengan bukanlah
sebuah alasan untuk lena. Dia memasak dengan menggunakan kakinya. Lena menikah dengan seorang laki-laki normal.
Lena juga pintar merajut pakaian, menggunakan komputer dan melukis dengan
menggunakan kakinya. Untuk orang abnormal melakukan seperti itu sungguh sangat
mustahil namun itulah yang dilakukan oleh Lena Maria.
Lena
berkata dia tidak pernah merasa sedih atas keadaannya yang cacat karena ada
begitu banyak hal yang dapat diatasi dalam kehidupan ini berkenaan dengan
keadaannya yang cacat. Setelah Anda membaca artikel ini, pantaskah orang normal
seperti kita berkata “Saya tidak bisa” dalam segala hal ? Selagi kita memiliki fisik
normal dan pikiran yang sehat, maka tidak ada kata “TIDAK BISA” dalam berkarya
.


cin, ngasih masukkan. editannya hehehhe
BalasHapusaku juga terharu cinn liat video Lena Maria
BalasHapus