Keterampilan Interpersonale

Keterampilan Interpersonale

Sabtu, 26 November 2011

Kisah Inspiratif Lena Maria


Kisah Inspiratif Lena Maria


S
 

                ering sekali kita mengeluh kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kekurangan kita dan kurang bersyukur apa yang telah Tuhan berikan. Kita hanya bisa mengeluh dan meratapi saja. Namun jika kita melihat sosok Lena Maria,  seharusnya kita malu pada diri kita sendiri.
Lena Maria Klingvall, gadis cantik dari Stockholm, Swedia,yang terlahir dalam keadaan cacat berat. Dia dilahirkan tanpa lengan dan kaki kirinya hanya berukuran setengah dari yang kanan, namun itu semua tidak membatasi Lena untuk menjadi wanita mandiri dan menorehkan prestasi-prestasi gemilang dalam hidupnya bahkan menjadi inspirasi bagi banyak orang baik negaranya maupun mancanegara. Meskipun lena tidak terlahir tanpa tangan dan hanya satu kaki yang tumbuh normal, bukan berarti Lena tidak bisa melakukan hal yang biasa dilakukan orang normal. Lena  bisa berenang, menyanyi, bermain piano, mengemudi mobil, menyulam, melukis, menulis, bahkan memasak.
Gadis yang lahir tahun 1968 ini, sejak umur 3 tahun sudah mulai diajarkan berenang oleh orangtuanya. Tiga tahun kemudian, dia sudah mahir menggunakan gaya bebas. Potensi Lena dalam berenang sangat berkembang, oleh sebab itu dia  bergabung dalam kelas piala dunia. Lena mewakili negara swedia dalam perlombaan berenang saat menginjak usia 15 tahun. Saat berusia 18 tahun, dia sudah ikut kejuaraan dunia, bahkan memecahkan rekor dan menjuarai 4 medali emas dalam perlombaan gaya kupu-kupu.
Lena kecil bukan hanya mempunyai bakat berenang, begitu juga pada dunia musik.  Bakat nyanyi sudah tampak ketika Lena masih kecil. Alat musik pun ditaklukkanya, dia bisa memainkan piano. Meskipun tidak memiliki kedua lengan, dia memainkan piano dengan kakinya.  Bakatnya tidak berhenti sampai disitu saja, setelah tamat dari bangku Sekolah Menengah Atas, dia melanjutkan kuliah dibidang musik mengambil jurusan vokal. Kini, Lena kecil tumbuh menjadi seorang penyanyi profesional yang sudah konser di berbagai negara. 

            Gadis cantik swedia ini sangat menginspirasi masyarakat dengan kegigihannya, betapa tidak, dia belajar mengemudi saat menginjak usia 18 tahun. Dia merancang sebuah mobil sesuai dengan kondisi fisiknya. Dulu dia mengemudi dengan kakinya namun sekarang dia memasang sebuah alat pengontrol untuk mengatur fungsi rem dan gas mobil.
            Lena Maria Klingvall apapun kondisinya tetap perempuan yang mempunyai rasa cinta dan melakukan tugas seorang perempuan seperti halayak pada umumnya. Tidak mempunyai lengan bukanlah sebuah alasan untuk lena. Dia memasak dengan menggunakan kakinya.  Lena menikah dengan seorang laki-laki normal. Lena juga pintar merajut pakaian, menggunakan komputer dan melukis dengan menggunakan kakinya. Untuk orang abnormal melakukan seperti itu sungguh sangat mustahil namun itulah yang dilakukan oleh Lena Maria.
Lena berkata dia tidak pernah merasa sedih atas keadaannya yang cacat karena ada begitu banyak hal yang dapat diatasi dalam kehidupan ini berkenaan dengan keadaannya yang cacat. Setelah Anda membaca artikel ini, pantaskah orang normal seperti kita berkata “Saya tidak bisa” dalam segala hal ? Selagi kita memiliki fisik normal dan pikiran yang sehat, maka tidak ada kata “TIDAK BISA” dalam berkarya .

Kisah Hidup


Helen Adam Keller
               



                Lahirlah seorang bayi perempuan cantik  pada tanggal 27 Juni 1880 di Tuscumbia, Alabama yang diberi nama Helen Adam Keller. Ironsnya, ketika berusia 19 bulan ia divonis mengidap penyakit yang menyebabkan buta, tuli dan bisu. Penyakit tersebut  membuat Helen Adam Keller kecil terperangkap di dunia yang gelap dan sunyi sehingga  menjadi anak liar yang sengaja merusak. Keluarganya tidak bisa menangani permasalahan tersebut dan mempercayakan seorang guru untuk mengajarkan dan menuntun  Helen Adam Keller sejak berusia 7 tahun. Anne Sullivan, guru Hellen  memegang tangan Helen di bawah air dan dengan bahasa isyarat, ia mengucapkan "A-I-R" pada tangan yang lain. Hellen menjadi tahu betapa indahnya dunia sehingga dia tidak menjadi anak yang liar. Perkembangan belajar Hellen sangat pesat, ia diajarkan  membaca melalui huruf braille. Ia sudah mempelajari beberapa bahasa melalui huruf Braille.
            Tahun berikutnya, Hellen sekolah di Sekolah Formal dan Anne tetap dengan setia membimbingnya. Saat usia 20 tahun, Hellen kuliah di Radcliffe College. Annie menemani Hellen untuk membacakan buku pelajaran dalam huruf Braille. Selang 4 tahun, Helen lulus dengan predikat magna cum laude.
            Meskipun Hellen mengidap penyakit buta, tuli dan bisu hal tersebut tidak membatasinya untuk berkarya. Beberapa buku sudah ia terbitkan, salah satunya The Story of My Life. Dengan kegigihannya, ia mendapatkan julukan “Keajaiban dunia ke-8”.
            Pada tanggal 1 Juni 1968, Tuscumbia berkabung. Hellen Adam Keller meninggal saat berusia 88 tahun. Ibarat gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama. Meskipun Hellen wafat, namun karyanya akan tetap dikenang. Walaupun dunia serasa gelap dan sunyi namun hati tetap dapat merasakan keindahan dunia, seperti kutipan Hellen dalam bukunya "Hal terbaik dan terindah yang tidak dilihat atau disentuh oleh dunia adalah hal yang dirasakan di dalam hati."