Keterampilan Interpersonale

Keterampilan Interpersonale

Senin, 19 Desember 2011

Nasib Wedoro



Rumah saya terletak di Sidoarjo lebih tepatnya perbatasan antara Sidoarjo dengan Surabaya yakni Kecamatan Waru, Desa Kepuh Kiriman. Rumah saya dekat dengan Desa Wedoro. Wedoro merupakan sentra industri kerajinan sandal dan sepatu sejak zaman sebelum Indonesia merdeka.  Berdasarkan sumber wikipedia, Wedoro terdiri dari 1 Desa, 1 Pedukuhan dan 9 RW.  Desa Wedoro sebagai penghasil kerajinan sandal dan sepatu rupanya sudah terkenal hingga luar pulau. Buktinya, banyak warga dari luar kota bahkan luar pulau yang datang hanya untuk belajar membuat sandal di Wedoro.dari Malang, Jombang, Pasuruan, Surabaya, Bogor , Samarinda bahkan Lampung. Tahun 2000, sentra industri wedoro ini semakin booming. Terdapat 800-an toko berjejer-jejer sebagai penghasil kerajinan sandal dan sepatu.
Saya masih ingat betul ketika dulu saya melewati desa ini, betapa ramainya hinga bus-bus berparkiran memanjang. Produk yang dihasilkan juga mengikuti trend masa kini sehingga banyak orang yang merasa lebih dekat membeli sandal dan sepatu di Wedoro dan  tidak perlu ke Surabaya  karena masalah jarak. Namun, beberapa tahun kemudian, omset Wedoro menurun drastis disebabkan karena kurangnya fasilitas yang mendukung. Lahan parkir yang kurang menyebabkan pengunjung malas datang. Selain itu, kurangnya infrastruktur yang menunjang misalnya tidak adanya toilet umum dan akses jalan yang kecil membuat semrawutnya lalu lintas. Kualitas dan harga juga mempengaruhi kurangnya pengunjung.
Tahun 2011, ketika saya melewati Desa ini, sungguh berbeda dengan sebelas tahun yang lalu. Sekarang banyak toko yang sudah tutup karena bangkrut. Hanya terdapat beberapa toko saja yang masih buka dan itupun tidak seramai seperti yang lalu. Jika dikelola dengan manajemen yang profesional mungkin wedoro tidak seperti ini. Misalnya jika dikelola dengan manajemen yang baik akan memaksimalkan promosi sentra industri sandal Wedoro sehingga menarik pengunjung untuk datang melihatnya.

Minggu, 18 Desember 2011

Madagascar





Film Madagascar mengisahkan empat hewan kebun binatang yang mencoba kabur dari Central Park Zoo, New York. Hewan yang mencoba melepaskan diri tersebut adalah Singa Alex (Ben Stiller), Zebra Marty (Chris Rock), Si Jerapah Melman (David Schimmer) dan Si Kuda Nil Gloria (Jada Pinket Smith).  Keempat hewan tersebut telah berteman sejak lama. Meskipun mereka bukan jenis hewan yang sama namun persahabatan mereka tak diragukkan lagi. Mereka telah lama hidup tentram dalam jeruji kebun binatang, dengan segala kemudahan, makanan yang selalu tersedia dan dikagumi para pengunjung. Si Singa Alex (Ben Stiller) merupakan pemimpin dari seluruh binatang di Kebun Binatang Central Park di New York.
Pada suatu hari, Si Zebra atau yang bernama Marty ini ingin merasakan hidup bebas seperti hewan pada umumnya. Ketiga hewan temannya pun turut ikut melepaskan diri dari kebun binatang. Keempat hewan tersebut tidak sendiri, segerombolan pinguin Central Park Zoo juga ingin melarikan diri untuk kembali ke Antartika. sebelum rencana mereka berhasil para petugas dan kru kebun binatang menemukan mereka dan akhirnya mengirimnya dengan kapal menuju ke Afrika. Kemudian penguin para penguin mengambil alih kemudi dan membawa kapal ke Antartika. Sementara itu keempat binatang itu sedang berada di kepulauan Madagaskar. Di pulau Madagaskar, mereka bertemu segerombolan hewan Goblin. Raja Julien merupakan pemimpin pasukan hewan Goblin. Di sana mereka belajar bertahan hidup di alam bebas padahal mereka adalah hewan metropolis yang biasa hidup dengan segala kemudahan. Perselisihan Zebra Marty dengan Alex juga membuat cerita semakin seru. Akankah mereka dapat kembali di New York ? Atau mereka sudah cocok dengan lingkungan yang baru ? Dan bagaimanakah nasib segerumbulan pinguin ? Film yang fresh dan menghibur cocok untuk semua kalangan. Pembelajaran yang dapat kita ambil salah satunya adalah menjaga persahabatan itu lebih sulit dari pada mendapat teman baru.

Confessions of a Shopaholic




Ketika saya di toko buku, saya tertarik dengan cover seorang cewek centil berbaju merah menyala. Novel itu berjudul Confessions of a Shopaholic. Langsung saja saya membaca sinopsisnya. Baru baca sinopsisnya saja saya sudah jatuh cinta dengan buku dan akhirnya saya pun membelinya. Sesampai di rumah saya membacanya. Buku tersebut unik, menarik, dan patut Anda baca.
            Novel yang ditulis oleh Sophie Kinsella menceritakan tentang seorang gadis bernama Rebecca Bloomwood yang kecanduan belanja tetapi untungnya dia memiliki sahabat yang sangat memperhatikannya. Pada film ini anda akan menemukan indahnya cinta dan persahabatan yang akan ada bahkan saat anda di kejar-kejar tukang tagih utang. Banyak cara yang ditempuh gadis ini dengan saran dari temannya termasuk mengikuti berbagai klub anti shopaholic dan banyak kejadian konyol selama dia berusaha membunuh keinginannya untuk berbelanja.
            Novel ini juga diangkat menjadi film yang diproduseri oleh Jerry B. Peran Rebecca Bloomwood dibintangi oleh Ishla Fisher. Isla Fisher sangat menghayati memerankan peran Rebecca Bloomwood sehingga tak kaget jika semakin banyak penonton yang menyukai novel dan film ini.

Mendadak Dangdut


Setiap film pasti mempunyai maksut ke penontonnya. Dengan kata lain, penulis ingin memberikan pembelajaran kepada penonton melalui film. Nah, film yang akan kita bahas ialah Mendadak Dangdut. Mungkin dari kalian sudah tahu bahkan sudah menontonnya. Film yang disutradarai Rudi Soedjarwo ini menceritakan tentang petualangan penyanyi pop- rock bernama Petris (Titi Kamal) yang karena suatu kejadian, tiba-tiba berganti karier menjadi penyanyi dangdut

 Petris digambarkan sebagai perempuan yang egois, pemarah, yang selalu memandang remeh segala sesuatu termasuk membentak-bentak kakak kandungnya (Yulia yang diperankan Kinaryosih)  selaku manajer. Suatu hari, terdapat pemeriksaan polisi, lantas mereka berdua tertangkap basah membawa narkoba di dalam mobil yang sebenarnya milik kekasih Yulia. Kekasih yulia saat kejadian tersebut berhasil kabur. Malangnya, kakak adik tersebut yang tak berdosatahu apa-apa terkena imbasnya. Alhasil mereka harus masuk di kantor polisi. Saat perjalanan ke kantor polisi dengan dikawal polisi, Petris dan Yulia berencana kabur. Mereka berhasil kabur ketika meminta ijin ke kamar mandi. Kedua gadis itu melarikan diri ke sebuah kampung.  Disana mereka bertemu dengan orkes dangdut organ tunggal Rizal (Dwi Sasono). Tantangan bagi Petris yang semula menjadi penyanyi papan atas ibukota pop-rock harus menyamar sebagai penyanyi dangdut oragan tunggal. Agar penyamarannya berhasil, Petris merubah nama dari Petris menjadi Iis. Dari sana, Petris mulai menyadari bahwa hidup tidak pernah semudah yang ia kira. Ia bertemu dengan banyak karakter, dari anak cabul yang sebenarnya merindukan orangtua dan TKI yang setiap hari dipukuli majikannya.


Pada suatu hari, Petris sadar bahwa yang dilakukannya selama ini terhadap kakak kandungnya Yulia yang mengatakan  kakaknya egois dan hanya mementingkan diri sendiri itu salah. Semenjak orangtua mereka meninggal, Yulia-lah yang mengurusi segala Petris butuhkan. Dan saat malam itu, mereka digrebek polisi. Mereka berdua tertangkap. Namun di penjara, Petris menjadi diva. Bukan diva pop-rock melainkan dangdut. Petris menyukai kehidupan barunya ini.
            Dari Film yang berdurasi 90 menit ini, kita dapat mengambil pembelajaran bahwa dunia itu pasti berputar. Ada kalanya kita diatas dan ada kalanya kita dalam keadaan teruruk sehingga kita sebagai orang jangan sombong, egois. Selain iu refleksi dari pembelajaran ini adalah kita harus bersikap sopan dan menghargai orang lain baik itu saudara kandung maupun orang lain. Kita juga harus siap dengan sesuatu yang baru. Anggap itu sebagai tantangan yang harus kita raih.

Memori SMA-Ku

Memori SMA-Ku


Reff:

persahabatan bagai kepompong
mengubah ulat menjadi kupu-kupu
persahabatan bagai kepompong
hal yang tak mudah berubah jadi indah
persahabatan bagai kepompong
maklumi teman hadapi perbedaan
persahabatan bagai kepompong
na na na na na na na na na


Setiap mendengar lagu ini saya langsung terbawa kepada kenangan masa SMA. Sering sekali kami satu kelas mendengarkan lagu ini bahkan kami menyanyikan bersama-sama ketika kami tidak ada guru pengajar. Lagu ini memiliki makna bagi kami. Setiap lirik-liriknya mengandung makna tersendiri. Sekarang saya sudah bukan siswi putih abu-abu lagi, namun saya rindu kenangan-kenangan SMA. Saya rindu upacara bendera yang selalu diadakan hari Senin. Saya rindu belajar berkelompok bersama teman-teman hingga larut malam. Saya rindu bergurau dengan teman-teman. Saya rindu suasana kantin. Saya rindu guru-guru di SMA yang sudah saya anggap seperti keluarga. Saya rindu moment-moment ketika kami akan menghadapi Ujian Nasional, dimana kami selalu membangunkan teman-teman saat subuh agar tidak terlambat datang ke Sekolah untuk menghadapi Ujian Nasional. Meskipun hanya melalui pesan singkat berupa sms namun itu salah satu bentuk kekeluargaan kami. Dan masih banyak lagi yang saya rindukan pada masa-masa SMA. Kini, setelah saya bukan siswi putih abu-abu lagi, saya teringat kata orang yang menyatakan bahwa masa SMA adalah masa paling indah. “Yah”, itulah kata pertama kali yang saya ucapkan sekarang. Bagaimana tidak ? masa-masa SMA merupakan masa-masa pencarian jati diri, pencarian menentukkan pilihan ke depan, perubahan dari remaja menjadi dewasa, perubahan pola pikir, bahkan masa mulai melirik-lirik lawan jenis. Tapi, masa-masa yang indah ini tidak berlangsung lama, hanya 3 tahun saja bahkan 2 tahun bagi yang akselerasi. Ketika saat-saat terakhir usai ujian akhir sekolah, maka mulailah saat-saat menuju perpisahan. Ada pertemuan dan ada perpisahan. Tapi itu bukanlah yang kita harapkan. Meskipun kita sudah menentukkan hidup masing-masing namun saya berharap kita masih bisa bersilahturahmi dan  berkomunikasi.
Kembali lagi pada memori SMA-ku. Saya masih ingat betul bagaimana suasana kelas kami, kekompakan kami yang meraih juara 2 kebersihan kelas, dan kejahila-kejahilan kami. Mungkin ini terdapat beberapa foto dan video yang bisa sedikit terobati. Selamat menyaksikan.

Wisata Hutan Mangrove


Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Surabaya merupakan pusat bisnis, perdagangan, industri, dan pendidikan di kawasan Indonesia timur. Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam perjuangan merebut kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah. Namun tahukah Anda jika Surabaya yang identik sebagai kota perindustrian ini mempunyai hutan mangrove ? di kelurahan Wonorejo Rungkut Surabaya, terdapat Ekowisata Hutan Mangrove. Menuju Ekowisata Hutan Mangrove dapat dijangkau dengan mudah dengan kendaraan roda dua, pribadi maupun angkutan  umum. Tempat ini menawarkan jesempatan bagi anda untuk menikmati kehidupan hutan mangrove yang menarik. Meskipun tempatnya di Surabaya, namun suasana  Ekowisata Hutan Mangrove sungguh berbeda. Untuk memasuki kawasannya saja Anda perlu melewati jalan yang tidak mulus seperti jalan aspal atau biasa disebut harus offroad terlebih dahulu untuk mencapai Ekowisata Hutan Mangrove. Jalannya yang berlubang dan tidak rata, jika hujan datang menyebabkan jalanan sekitar becek sehingga pengunjung harus berhati-hati melewatinya. Sesampainya di sana, Anda akan berpikir bahwa ini bukanlah Surabaya karena serasa jauh dari peradaban. Suasana seperti inilah yang kita jarang ketemui di Surabaya. Selama menyusuri belantara Hutan Mangrove akan menjumpai keanekaragaman hayati yang ada begitu memukau. Tak salah bila tempat ini tumbuh jadi wahana ekowisata andalan Kota Surabaya. Lahan seluas seluas 871 hektar ini selain terdapat beberapa jenis mangrove, juga terdapat beberapa jenis fauna seperti kera, burung, serangga, mamalia, ikan, herpetofauna, dan crustaceae. 

Keberadaannya pun kelak diharapkan dapat mendukung presentase keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Surabaya, mengakomodasi keberadaan sempadan sungai, kawasan pasang surut dan tanah timbul sebagai bagian dari kawasan konservasi. Nantinya memungkinkan keterlibatan unsur masyarakat, akademisi, swasta dan pemimpin informal di masyarakat sebagai pemangku kepentingan dalam pengelolaannya.
Untuk bisa menikmati pemandangan hutan ekosistem hutan mangrove dapat dilakukan dengan dua cara, pertama dengan melewati jalur track atau jalan setapak yang dibuat oleh petani tambak setempat untuk menuju hutan mangrove. Kedua, menggunakan jalur pantai dengan perahu atau boat yang dapat disewa dari dermaga dekat Bozem Wonorejo. Anda dapat merasakan sensasi yang berbeda dengan melewati jalur track. Terdapat objek-objek yang dapat Anda dokumentasikan selama perjalanan. 
 
Anda cukup mengeluarkan uang sebesar 25 ribu rupiah untuk menikmati Ekosistem Hutan Mangrove dengan menggunakan perahu. Perahu yang disewa-kan tersebut biasanya bergerak mulai dari dermaga Sungai Wonorejo menuju Selat Madura. Para pengunjung bisa menikmati rimbunnya hutan mangrove, burung-burung yang beterbangan dan hinggap di ranting-ranting pohon mangrove.
Telah banyak pengunjung datang ke Ekosistem Hutan Mangrove dengan tujuan penelitian, rekreasi liburan, dan sebagai objek berfoto untuk kalangan pencinta fotografer. Ayo kunjungi dan nikmati suasana Wisata Hutan Mangrove. Lestarikan dan jaga hutan kita.

Jumat, 16 Desember 2011

Merindukan Sinetron Keluarga Cemara



Ingatkah anda dengan penggalan lirik soundtrack sinetron ini:
Harta yang paling berharga adalah keluarga
Istana yang paling indah adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Mutiara tiada tara adalah keluarga
Selamat pagi Emak
Selamat pagi Abah
Mentari hari ini berseri indah
Terima kasih Emak
Terima kasih Abah
Untuk tampil perkasa bagi kami putra putri yang siap berbakti
Agil sama Ara! Teteh mau jualan opak dulu ya
Ya Teh…
Jangan lupa bilang sama Abah ya!
Ya Teh…
Ya,
Mau permen…
Permen, permen apa?
Permen apa aja…
A.., Teteh berangkat dulu ya…
Ya Teh…
Jika Anda pencinta sinetron Indonesia era 90-an, Anda pasti tahu lirik soundtrack sinetron diatas. Lirik diatas merupakan soundtrack sinetron Keluarga Cemara. Sinetron Keluarga Cemara bercerita tentang kesederhanaan dan keharmonisan dalam keluarga walaupun keluarga itu kurang sejahtera secara finansial. Abah, kepala keluarga cemara yang bekerja sebagai tukang becak untuk menghidupi keluarganya. Emak dan Abah mempunyai 3 orang anak perempuan. Euis sebagai anak pertama harus berjualan permen untuk membantu keuangan keluarga. Tokoh Keluarga Cemara diperankan oleh Abah (Adi Kurdi), Emak (Lia Warokka), Euis (Ceria HD), Cemara (Anisa Fujianti), dan Agil (Pudji Lestari).
Sinetron yang diambil dari novel karya Arswendo Atmowiloto ini mampu menyedot perhatian banyak masyarakat karena kesan sinetronnya yang alami, realita, tidak dibuat-buat dan sesuai dengan budi bangsa yang menjunjung tinggi tata krama/norma-norma yang ada. Sungguh disayangkan jika dibandingkan dengan sinetron sekarang. Sebagian besar sinetron keluarganya sudah sangat tidak alami, dibuat-dibuat, lebay, terkesan dipaksakan, dan diluar logika. Sekarang jarang sekali ditemukan sinetron yang mendidik yaitu penonton dapat mengambil hikmah dari sinetron tersebut. Tentunya kita menanti dan mengharapakan sinetron yang bermutu dan berkualitas.