Rumah saya
terletak di Sidoarjo lebih tepatnya perbatasan antara Sidoarjo dengan Surabaya
yakni Kecamatan Waru, Desa Kepuh Kiriman. Rumah saya dekat dengan Desa Wedoro.
Wedoro merupakan sentra industri kerajinan sandal dan sepatu sejak zaman
sebelum Indonesia merdeka. Berdasarkan
sumber wikipedia, Wedoro terdiri dari 1 Desa, 1 Pedukuhan dan 9 RW. Desa Wedoro sebagai penghasil kerajinan sandal
dan sepatu rupanya sudah terkenal hingga luar pulau. Buktinya, banyak warga
dari luar kota bahkan luar pulau yang datang hanya untuk belajar membuat sandal
di Wedoro.dari Malang, Jombang, Pasuruan, Surabaya, Bogor , Samarinda bahkan
Lampung. Tahun 2000, sentra industri wedoro ini semakin booming. Terdapat
800-an toko berjejer-jejer sebagai penghasil kerajinan sandal dan sepatu.
Saya masih
ingat betul ketika dulu saya melewati desa ini, betapa ramainya hinga bus-bus
berparkiran memanjang. Produk yang dihasilkan juga mengikuti trend masa kini
sehingga banyak orang yang merasa lebih dekat membeli sandal dan sepatu di
Wedoro dan tidak perlu ke Surabaya karena masalah jarak. Namun, beberapa tahun
kemudian, omset Wedoro menurun drastis disebabkan karena kurangnya fasilitas
yang mendukung. Lahan parkir yang kurang menyebabkan pengunjung malas datang.
Selain itu, kurangnya infrastruktur yang menunjang misalnya tidak adanya toilet
umum dan akses jalan yang kecil membuat semrawutnya lalu lintas. Kualitas dan
harga juga mempengaruhi kurangnya pengunjung.
Tahun 2011,
ketika saya melewati Desa ini, sungguh berbeda dengan sebelas tahun yang lalu.
Sekarang banyak toko yang sudah tutup karena bangkrut. Hanya terdapat beberapa
toko saja yang masih buka dan itupun tidak seramai seperti yang lalu. Jika
dikelola dengan manajemen yang profesional mungkin wedoro tidak seperti ini.
Misalnya jika dikelola dengan manajemen yang baik akan memaksimalkan promosi
sentra industri sandal Wedoro sehingga menarik pengunjung untuk datang
melihatnya.

owalah rumahmu deket wedoro ta cint ?? enak donk ...
BalasHapus