Surabaya merupakan kota terbesar kedua di
Indonesia setelah Jakarta.
Surabaya merupakan pusat bisnis, perdagangan, industri, dan pendidikan di
kawasan Indonesia timur. Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan karena
sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam perjuangan merebut kemerdekaan
bangsa Indonesia dari penjajah. Namun tahukah Anda jika Surabaya yang identik
sebagai kota perindustrian ini mempunyai hutan mangrove ? di kelurahan Wonorejo
Rungkut Surabaya, terdapat Ekowisata Hutan Mangrove. Menuju Ekowisata Hutan
Mangrove dapat dijangkau dengan mudah dengan kendaraan roda dua, pribadi maupun
angkutan umum. Tempat ini menawarkan jesempatan bagi anda untuk menikmati
kehidupan hutan mangrove yang menarik. Meskipun tempatnya di Surabaya, namun suasana
Ekowisata Hutan Mangrove sungguh
berbeda. Untuk memasuki kawasannya saja Anda perlu melewati jalan yang tidak
mulus seperti jalan aspal atau biasa disebut harus offroad terlebih dahulu
untuk mencapai Ekowisata Hutan Mangrove. Jalannya yang berlubang dan tidak
rata, jika hujan datang menyebabkan jalanan sekitar becek sehingga pengunjung
harus berhati-hati melewatinya. Sesampainya di sana, Anda akan berpikir bahwa
ini bukanlah Surabaya karena serasa jauh dari peradaban. Suasana seperti inilah
yang kita jarang ketemui di Surabaya. Selama menyusuri belantara Hutan Mangrove
akan menjumpai keanekaragaman hayati yang ada begitu memukau. Tak salah bila
tempat ini tumbuh jadi wahana ekowisata andalan Kota Surabaya. Lahan seluas
seluas 871 hektar ini selain terdapat beberapa jenis mangrove, juga terdapat beberapa
jenis fauna seperti kera, burung, serangga, mamalia, ikan, herpetofauna, dan crustaceae.
Keberadaannya pun kelak diharapkan
dapat mendukung presentase keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Surabaya,
mengakomodasi keberadaan sempadan sungai, kawasan pasang surut dan tanah timbul
sebagai bagian dari kawasan konservasi. Nantinya memungkinkan keterlibatan
unsur masyarakat, akademisi, swasta dan pemimpin informal di masyarakat sebagai
pemangku kepentingan dalam pengelolaannya.
Untuk bisa menikmati pemandangan
hutan ekosistem hutan mangrove dapat dilakukan dengan dua cara, pertama dengan
melewati jalur track atau jalan setapak yang dibuat oleh petani tambak setempat
untuk menuju hutan mangrove. Kedua, menggunakan jalur pantai dengan perahu atau
boat yang dapat disewa dari dermaga dekat Bozem Wonorejo. Anda dapat merasakan
sensasi yang berbeda dengan melewati jalur track. Terdapat objek-objek yang
dapat Anda dokumentasikan selama perjalanan.
Anda cukup mengeluarkan uang sebesar 25 ribu
rupiah untuk menikmati Ekosistem Hutan Mangrove dengan menggunakan perahu. Perahu
yang disewa-kan tersebut biasanya bergerak mulai dari dermaga Sungai Wonorejo
menuju Selat Madura. Para pengunjung bisa menikmati rimbunnya hutan mangrove,
burung-burung yang beterbangan dan hinggap di ranting-ranting pohon mangrove.
Telah banyak pengunjung datang ke Ekosistem
Hutan Mangrove dengan tujuan penelitian, rekreasi liburan, dan sebagai objek
berfoto untuk kalangan pencinta fotografer. Ayo kunjungi dan nikmati suasana
Wisata Hutan Mangrove. Lestarikan dan jaga hutan kita.

hutan mangrove deket ama SMA ku lohhh
BalasHapus